Tabel Pengalaman Belajar Daring Kelas 5

Tabel Pengalaman Belajar Daring Kelas 5 – Pengalaman Belajar Daring

Teman-teman pasti sudah tahu, kan bahwa virus Covid-19 sedang mewabah di dunia? Nah, pandemi global Covid-19 yang terjadi saat ini mengubah cara kita belajar. Di Indonesia, Belajar dari Rumah (BDR) secara daring dimulai sejak tanggal 16 Maret 2020. Selama BDR ini, bapak dan ibu guru memberi tugas melalui ragam aplikasi komunikasi berbasis internet digital, bahkan media sosial. Kita pun dapat mengerjakan tugas-tugas yang diberikan di rumah saja. Untuk itu, perkakas teknologi seperti komputer, laptop, dan ponsel menjadi penting, terutama juga jaringan internet yang stabil. Berbagai pengalaman menarik dialami oleh teman-teman kita selama belajar daring.

Aprilia, Siswa Kelas 5 SD. Balikpapan Kaltim

Selama BDR, pelajaran yang paling sulit diikuti adalah Matematika. Aku kurang mengerti penjelasan gurunya kalau lewat daring. Aku jadinya sering minta diajari sama Kak Martha. Dia kakakku yang kuliah di Fakultas MIPA. Kalau pelajaran lainnya menurutku mudah. Asalkan kita mau membaca penjelasan dan materi yang diberikan guru.

Andi, Siswa Kelas 5 MI/SD,Makassar Sulsel

BDR itu menyenangkan. Aku jadi sering lihat internet. Di sana banyak informasi yang bagus. Pak guru sering memberi tugas untuk buat video atau presentasi. Aku sih senang-senang
saja. Hanya perlu waktu banyak untuk menyelesaikan tugas. Jadinya aku sering dibantu mama atau papaku.

Galih, Siswa Kelas 5. Temanggung Jateng

Setiap dua kali seminggu, aku dan beberapa temanku menumpang belajar di kantor desa. Di sana ada internet gratis. Aku juga boleh meminjam komputer di sana untuk belajar. Selama belajar, kami tetap mematuhi protokol kesehatan. Kami memakai masker dan menjaga jarak. Belajar bersama teman lebih baik daripada belajar sendiri. Aku berharap sekolahku bisa segera dibuka agar bisa bertemu Bu Guru dan temanteman lainnya.

Iin,Siswa Kelas 5. Bogor Jabar

Aku anak kedua dari tiga orang bersaudara. Semuanya bersekolah. Saat BDR di pagi hari kami harus bergiliran memakai satu laptop di rumah. Sisanya memakai ponsel. Kakakku yang SMA paling sering menggunakan laptop. Menurutku itu tidak adil. Aku kan jadi kerepotan jika
ada tugas dari guru. Akhirnya, Bapak membuatkan kami jadwal pemakaian laptop. Mudah-mudahan Bapakku mendapatkan rezeki untuk membeli laptop tambahan untuk belajar.

Bila kita simak berbagai pengalaman belajar daring teman-teman kita di berbagai wilayah Indonesia tersebut, kita seharusnya dapat menjadikannya motivasi untuk selalu bersemangat dalam melakukan kegiatan belajar daring ini. Selamat belajar!

Berikut adalah makna kosakata dari teks “Pengalaman Belajar Daring”. Pahami maknanya lalu baca kembali teks di atas.

daring : dalam jaringan, terhubung melalui jejaring komputer, internet, dan sebagainya
perkakas : segala yang dapat dipakai sebagai alat
laptop : komputer pribadi yang agak kecil, yang dapat dibawa-bawa dan dapat ditempatkan di pangkuan pengguna
ponsel : telepon seluler
internet : jaringan komunikasi elektronik yang menghubungkan jaringan komputer di seluruh dunia

Jawablah pertanyaan berikut ini.

Menurut isi teks “Pengalaman Belajar Daring”, setiap peserta didik memiliki tantangan tersendiri dalam BDR. Apakah tantangan yang dihadapi setiap peserta didik dan bagaimana solusinya?

Peserta Didik Tantangan dalam BDR Solusi
Aprilia Kesulitan memahami Matematika lewat daring. Meminta bantuan dari kakak yang kuliah di Fakultas MIPA. Membaca penjelasan dan materi dari guru.
Andi Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. Senang dengan BDR, namun membutuhkan bantuan orang tua untuk menyelesaikan tugas yang memakan waktu.
Galih Terbatasnya akses internet di rumah. Menumpang belajar di kantor desa yang menyediakan internet gratis. Tetap mematuhi protokol kesehatan. Belajar bersama teman.
Iin Pembagian penggunaan laptop di rumah tidak adil. Bapak membuat jadwal pemakaian laptop dan berharap mendapatkan rezeki untuk membeli laptop tambahan.

 

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa setiap peserta didik menghadapi tantangan unik selama BDR, seperti kesulitan memahami pelajaran, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas, terbatasnya akses internet, dan pembagian penggunaan laptop di rumah yang tidak adil. Solusinya pun bervariasi, termasuk meminta bantuan dari kakak, mendapatkan bantuan orang tua, menumpang belajar di tempat dengan akses internet gratis, membuat jadwal penggunaan laptop, dan berharap mendapatkan alat tambahan untuk belajar.

Tinggalkan komentar