Kunci Jawaban Soal Untuk Melawan Kekuatan Belanda, Pangeran Diponegoro Menggunakan Taktik yang Dinamakan

Kunci Jawaban Soal Untuk Melawan Kekuatan Belanda, Pangeran Diponegoro Menggunakan Taktik yang Dinamakan – Perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan Belanda merupakan bagian penting dalam sejarah nasional. Salah satu tokoh besar yang terkenal gigih melawan Belanda adalah Pangeran Diponegoro. Perjuangannya dalam Perang Jawa menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan kolonial.

Dalam berbagai soal sejarah, materi tentang strategi perjuangan Pangeran Diponegoro sering muncul, khususnya mengenai taktik perang yang digunakan untuk melawan kekuatan militer Belanda. Artikel ini akan membahas soal tersebut secara lengkap, disertai pembahasan mendalam, tips menjawab soal, serta latihan tambahan agar dapat menjadi sumber belajar yang komprehensif.

Soal

No Pertanyaan
1 Untuk melawan kekuatan Belanda, Pangeran Diponegoro menggunaankan taktik yang dinamakan …..
A. taktik gerilya
B. benteng Stelsel
C. taktik militer
D. taktik berunding

Jawaban

Jawaban yang benar: A. taktik gerilya

Pembahasan Lengkap

Latar Belakang Perlawanan

Perlawanan Pangeran Diponegoro terjadi dalam peristiwa yang dikenal sebagai Perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825–1830). Perang ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan Belanda yang dianggap merugikan rakyat dan melecehkan adat istiadat setempat.

Belanda saat itu memiliki kekuatan militer yang lebih modern dan persenjataan lebih lengkap. Untuk mengimbangi kekuatan tersebut, Diponegoro tidak menggunakan perang terbuka, melainkan strategi yang lebih efektif dan fleksibel.

Apa Itu Taktik Gerilya?

Taktik gerilya adalah strategi perang dengan cara menyerang secara tiba-tiba, berpindah-pindah tempat, dan menghindari pertempuran besar secara langsung. Ciri-cirinya antara lain:

  • Serangan mendadak

  • Mobilitas tinggi

  • Memanfaatkan kondisi geografis

  • Menghindari bentrokan terbuka

Strategi ini sangat efektif karena pasukan Diponegoro mengenal medan wilayah Jawa dengan baik, sementara tentara Belanda kesulitan beradaptasi dengan kondisi alam.

Mengapa Pilihan Lain Salah?

  • B. benteng Stelsel → Salah. Benteng Stelsel adalah strategi yang justru digunakan oleh Belanda untuk mempersempit gerak pasukan Diponegoro dengan membangun banyak benteng kecil.

  • C. taktik militer → Terlalu umum dan tidak spesifik.

  • D. taktik berunding → Tidak tepat, karena perlawanan Diponegoro lebih bersifat militer dibanding diplomasi.

Strategi Belajar dan Tips Menjawab Soal Sejarah

  1. Kenali tokoh dan ciri khas perjuangannya
    Diponegoro identik dengan perang gerilya.

  2. Bedakan strategi tokoh Indonesia dan Belanda

    • Diponegoro → gerilya

    • Belanda → Benteng Stelsel

  3. Pahami kronologi peristiwa
    Perang Jawa berlangsung 1825–1830.

  4. Gunakan metode asosiasi
    Diponegoro = Perang Jawa = Gerilya

Dengan memahami konteks sejarahnya, siswa tidak hanya menghafal jawaban, tetapi juga memahami logika di balik peristiwa tersebut.

Latihan Soal Sejenis dan Pembahasannya

Soal 1

Perang Diponegoro berlangsung pada tahun ….
A. 1820–1825
B. 1825–1830
C. 1830–1835
D. 1815–1820

Jawaban: B
Pembahasan: Perang Jawa atau Perang Diponegoro terjadi tahun 1825–1830.

Soal 2

Strategi Belanda untuk menghadapi Diponegoro disebut ….
A. tanam paksa
B. devide et impera
C. benteng Stelsel
D. politik etis

Jawaban: C
Pembahasan: Benteng Stelsel adalah sistem pembangunan benteng untuk membatasi ruang gerak pasukan Diponegoro.

Soal 3

Salah satu penyebab Perang Diponegoro adalah ….
A. monopoli perdagangan
B. pembangunan jalan melewati makam leluhur Diponegoro
C. pajak tanah
D. kerja rodi

Jawaban: B
Pembahasan: Pembangunan jalan yang melewati makam leluhur Diponegoro memicu kemarahan dan menjadi awal perlawanan.

Soal 4

Akhir dari Perang Diponegoro terjadi karena ….
A. kemenangan Belanda dalam perang terbuka
B. Diponegoro menyerah
C. Diponegoro ditangkap melalui tipu muslihat
D. adanya perjanjian damai

Jawaban: C
Pembahasan: Diponegoro ditangkap pada 1830 melalui taktik tipu daya saat perundingan.

Kesimpulan

Untuk melawan kekuatan Belanda dalam Perang Jawa, Pangeran Diponegoro menggunakan taktik gerilya, yaitu strategi perang dengan serangan mendadak dan mobilitas tinggi. Strategi ini efektif menghadapi tentara Belanda yang memiliki persenjataan lebih modern.

Memahami strategi perjuangan Diponegoro tidak hanya penting untuk menjawab soal pilihan ganda, tetapi juga untuk memahami nilai perjuangan, kecerdikan, dan semangat perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan. Dengan mempelajari konteks sejarah secara menyeluruh, siswa dapat lebih mudah mengerjakan soal-soal sejarah sejenis.

You May Also Like