Kunci Jawaban soal Menyampaikan sesuatu dengan gaya melebih-lebihkan disebut majas – Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, pemahaman tentang majas atau gaya bahasa merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikuasai siswa. Majas digunakan untuk memperindah bahasa sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan oleh penulis maupun penutur. Banyak soal ujian sekolah maupun asesmen literasi menguji kemampuan siswa mengenali jenis majas dari definisi atau contoh kalimat.
Salah satu jenis soal yang sering muncul adalah mengenali majas berdasarkan ciri-cirinya. Soal seperti ini tampak sederhana, namun membutuhkan pemahaman konsep dasar yang kuat agar tidak tertukar dengan jenis majas lain seperti metafora, asosiasi, atau personifikasi. Artikel ini akan membahas secara lengkap kunci jawaban beserta strategi memahami soal agar dapat dijadikan sumber belajar yang komprehensif.
Soal
| Pertanyaan |
|---|
| Menyampaikan sesuatu dengan gaya melebih-lebihkan disebut majas….. |
| a. asosiasi |
| b. personofikasi |
| c. hiperbola |
| d. metafora |
Jawaban
Jawaban yang benar: c. hiperbola
Pembahasan
Untuk menjawab soal ini dengan tepat, langkah pertama adalah memahami kata kunci pada pertanyaan, yaitu “gaya melebih-lebihkan”. Frasa tersebut merupakan ciri utama dari majas hiperbola. Majas hiperbola digunakan untuk menegaskan suatu keadaan dengan cara membesar-besarkan fakta sehingga memberikan kesan dramatis atau kuat kepada pembaca atau pendengar.
Contoh penggunaan majas hiperbola antara lain:
-
Air matanya mengalir seperti sungai.
-
Suaranya mengguncang dunia.
-
Aku menunggumu seribu tahun lamanya.
Kalimat-kalimat tersebut jelas tidak bermakna literal, melainkan dilebihkan untuk memperkuat ekspresi emosi atau situasi.
Sebagai perbandingan, mari kita telaah pilihan lain:
-
Asosiasi adalah perbandingan dua hal berbeda yang dianggap memiliki kesamaan sifat, biasanya menggunakan kata seperti, bak, laksana.
-
Personifikasi memberikan sifat manusia kepada benda mati atau makhluk nonmanusia.
-
Metafora membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata pembanding.
Karena soal menanyakan gaya melebih-lebihkan, maka pilihan yang paling tepat adalah hiperbola.
Strategi Menjawab Soal Jenis Ini
-
Identifikasi kata kunci definisi dalam soal.
-
Hubungkan kata kunci dengan ciri majas yang sudah dipelajari.
-
Eliminasi pilihan yang tidak sesuai karakteristik.
-
Gunakan contoh kalimat sebagai pembanding jika ragu.
Pendekatan ini sangat membantu dalam soal pilihan ganda karena sering kali opsi jawaban memiliki kemiripan konsep.
Latihan Soal Sejenis dan Pembahasan
Soal 1
Kalimat “Angin malam berbisik di telingaku” menggunakan majas…
a. hiperbola
b. personifikasi
c. metafora
d. asosiasi
Jawaban: b. personifikasi
Pembahasan: Angin digambarkan memiliki kemampuan manusia yaitu berbisik, sehingga termasuk personifikasi.
Soal 2
Kalimat “Wajahnya bersinar bagai bulan purnama” menggunakan majas…
a. asosiasi
b. metafora
c. hiperbola
d. personifikasi
Jawaban: a. asosiasi
Pembahasan: Ada kata pembanding “bagai” yang menunjukkan perbandingan dua hal berbeda.
Soal 3
Kalimat “Dia adalah bintang kelas” menggunakan majas…
a. hiperbola
b. metafora
c. personifikasi
d. asosiasi
Jawaban: b. metafora
Pembahasan: Membandingkan langsung seseorang dengan bintang tanpa kata pembanding.
Soal 4
Kalimat “Teriakannya memecahkan langit” menggunakan majas…
a. hiperbola
b. metafora
c. asosiasi
d. personifikasi
Jawaban: a. hiperbola
Pembahasan: Ungkapan dilebih-lebihkan karena tidak mungkin suara memecahkan langit.
Kesimpulan
Memahami konsep majas tidak hanya membantu siswa menjawab soal ujian, tetapi juga meningkatkan kemampuan berbahasa secara kreatif. Soal tentang definisi majas seperti pada pembahasan ini menuntut siswa mengenali ciri utama setiap jenis gaya bahasa, terutama melalui kata kunci yang terdapat pada pertanyaan.
Dengan latihan rutin dan pemahaman konsep dasar, siswa dapat lebih mudah membedakan antara hiperbola, metafora, personifikasi, maupun asosiasi. Penguasaan materi ini akan berdampak positif pada kemampuan membaca, menulis, dan memahami karya sastra maupun teks nonfiksi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.