Download Juknis LOMBA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN SENI ISLAMI (MAPSI) SEKOLAH DASAR XXVII PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2026 – Pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) Sekolah Dasar XXVII Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 menjadi salah satu agenda pendidikan yang paling dinantikan oleh sekolah dasar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Ajang tahunan ini bukan sekadar kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, pengembangan bakat, serta penguatan nilai-nilai keagamaan bagi peserta didik sejak usia dini.

Table of Contents

Bagi guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, pembina ekstrakurikuler, hingga orang tua, memahami isi Juknis MAPSI SD XXVII Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 merupakan langkah penting sebelum melakukan pembinaan peserta. Petunjuk teknis menjadi acuan utama mengenai cabang lomba, persyaratan peserta, mekanisme perlombaan, hingga sistem penilaian yang akan diterapkan pada tingkat provinsi.

Melalui artikel ini, Anda akan memperoleh rangkuman lengkap mengenai pelaksanaan MAPSI SD XXVII Jawa Tengah Tahun 2026 beserta informasi penting yang perlu dipersiapkan sejak dini. Selain itu, tersedia pula link download Juknis MAPSI SD Jawa Tengah 2026 yang dapat digunakan sebagai referensi resmi dalam menyusun program pembinaan peserta di sekolah.

MAPSI SD XXVII Jawa Tengah 2026 Siap Digelar

Penyelenggaraan MAPSI SD XXVII Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yaitu 11 hingga 13 November 2026. Kegiatan akan dipusatkan di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan pendidikan, keagamaan, dan kompetisi tingkat provinsi.

Ajang ini mempertemukan para peserta terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Setiap peserta yang tampil merupakan hasil seleksi berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, hingga kabupaten/kota sehingga kualitas kompetisi dipastikan berlangsung sangat kompetitif.

Penyelenggaraan MAPSI tidak hanya berorientasi pada pencapaian juara, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarpeserta, guru pendamping, serta lembaga pendidikan dalam membangun generasi yang religius, berprestasi, dan berkarakter.

Informasi Penting MAPSI SD XXVII Jawa Tengah Tahun 2026

Berikut ringkasan informasi pelaksanaan MAPSI SD Tahun 2026.

Informasi Keterangan
Nama Kegiatan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD XXVII
Tingkat Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2026
Waktu Pelaksanaan 11–13 November 2026
Tempat Asrama Haji Donohudan, Boyolali
Peserta Juara tingkat Kabupaten/Kota
Jenjang Sekolah Dasar
Bidang Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami

Apa Itu MAPSI SD?

Bagi sebagian masyarakat, MAPSI mungkin hanya dikenal sebagai perlombaan Pendidikan Agama Islam. Padahal, cakupan kegiatan ini jauh lebih luas.

MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami) merupakan ajang kompetisi pendidikan yang bertujuan mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan ibadah, seni Islami, serta karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam.

Melalui berbagai cabang lomba yang diselenggarakan, peserta didik didorong untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang keagamaan sekaligus mengembangkan kreativitas, komunikasi, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap budaya Islami.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar yang sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai moderasi beragama.

Tujuan Diselenggarakannya MAPSI

Penyelenggaraan MAPSI setiap tahun memiliki berbagai tujuan strategis, antara lain:

  • Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap ajaran Islam.
  • Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan ibadah sehari-hari.
  • Mengembangkan bakat seni Islami sejak usia sekolah dasar.
  • Membentuk karakter religius, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.
  • Mendorong budaya kompetisi yang sehat di lingkungan sekolah.
  • Menjadi media silaturahmi antarsekolah dan antardaerah.
  • Memberikan pengalaman berkompetisi pada tingkat provinsi.

Dengan tujuan tersebut, MAPSI menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan peserta didik berbakat di bidang Pendidikan Agama Islam.

Cabang Lomba pada MAPSI SD XXVII Jawa Tengah 2026

Salah satu daya tarik utama MAPSI adalah banyaknya cabang lomba yang dapat diikuti peserta didik sesuai minat dan kemampuannya.

Secara umum, cabang perlombaan dikelompokkan menjadi tiga kategori besar, yaitu:

  • Pengetahuan Pendidikan Agama Islam
  • Keterampilan Ibadah
  • Seni Islami

Ketiga kategori tersebut dirancang untuk mengukur kompetensi peserta secara menyeluruh, baik dari sisi pengetahuan, praktik ibadah, maupun kreativitas.

1. Lomba PAI dan BTQ

Cabang pertama yang selalu menjadi perhatian adalah PAI dan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).

Pada cabang ini peserta diuji mengenai berbagai materi Pendidikan Agama Islam yang telah dipelajari di sekolah dasar.

Materi yang biasanya diujikan meliputi:

  • Aqidah
  • Akhlak
  • Fikih
  • Al-Qur’an Hadis
  • Sejarah Kebudayaan Islam
  • Pengetahuan umum keislaman

Selain itu, kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

Peserta dituntut mampu membaca ayat Al-Qur’an dengan tajwid yang benar sekaligus memahami kaidah dasar penulisan huruf Arab.

Kemampuan tersebut mencerminkan penguasaan dasar literasi Al-Qur’an yang menjadi salah satu kompetensi utama peserta didik pada jenjang sekolah dasar.

2. Praktik Wudhu dan Salat

Cabang berikutnya adalah Praktik Wudhu dan Salat.

Berbeda dengan tes teori, pada perlombaan ini peserta diminta memperagakan tata cara berwudhu dan salat sesuai tuntunan syariat Islam.

Beberapa aspek yang umumnya menjadi perhatian dewan juri meliputi:

  • Ketepatan gerakan.
  • Urutan pelaksanaan.
  • Kelancaran bacaan.
  • Kefasihan pelafalan.
  • Ketartilan membaca.
  • Kekhusyukan peserta.
  • Kesesuaian dengan tuntunan fikih.

Karena penilaian dilakukan secara langsung, peserta dituntut mampu menunjukkan penguasaan praktik ibadah secara utuh tanpa banyak kesalahan.

Guru pembina biasanya memberikan latihan rutin agar gerakan dan bacaan peserta semakin sempurna menjelang perlombaan.

3. Seni Khitobah

Seni Khitobah menjadi salah satu cabang yang paling diminati karena menguji kemampuan berbicara di depan umum sekaligus menyampaikan pesan-pesan keislaman secara menarik.

Peserta akan menyampaikan pidato berdasarkan tema yang telah ditentukan dalam petunjuk teknis.

Selain isi materi, juri juga akan memperhatikan berbagai aspek lain seperti:

  • Penguasaan materi.
  • Kelancaran berbicara.
  • Intonasi suara.
  • Artikulasi.
  • Bahasa tubuh.
  • Kontak mata.
  • Penggunaan dalil Al-Qur’an maupun hadis.
  • Penampilan secara keseluruhan.

Kemampuan public speaking yang baik menjadi nilai tambah karena peserta tidak hanya dituntut menghafal naskah, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara komunikatif dan meyakinkan.

4. Seni Kaligrafi dan Seni Khat

Cabang Seni Kaligrafi dan Seni Khat menjadi wadah bagi peserta yang memiliki bakat dalam bidang seni tulis Arab.

Pada perlombaan ini peserta diminta menuliskan ayat Al-Qur’an atau teks tertentu menggunakan kaidah penulisan khat yang benar serta memperhatikan unsur estetika.

Beberapa aspek yang biasanya dinilai antara lain:

  • Ketepatan bentuk huruf.
  • Kerapian tulisan.
  • Komposisi karya.
  • Kreativitas desain.
  • Kebersihan hasil akhir.
  • Harmoni warna.
  • Keindahan ornamen.

Cabang ini memerlukan latihan yang konsisten karena selain membutuhkan keterampilan teknis, peserta juga dituntut memiliki ketelitian dan kesabaran dalam menyelesaikan karya.

Pentingnya Memahami Juknis Sebelum Mengikuti MAPSI

Banyak sekolah mulai melakukan pembinaan peserta jauh sebelum pelaksanaan tingkat provinsi. Namun, proses latihan akan lebih efektif apabila guru telah memahami isi Juknis MAPSI SD XXVII Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 secara menyeluruh.

Melalui petunjuk teknis tersebut, guru dapat mengetahui ketentuan setiap cabang lomba, kriteria penilaian, persyaratan peserta, serta aturan pelaksanaan yang harus dipatuhi. Dengan demikian, pembinaan dapat dilakukan secara terarah sehingga peserta memiliki peluang lebih besar untuk tampil maksimal pada saat perlombaan.

5. Seni Tilawatil Qur’an

Cabang Seni Tilawatil Qur’an menjadi salah satu perlombaan yang selalu menarik perhatian pada setiap penyelenggaraan MAPSI. Dalam cabang ini, peserta dituntut mampu melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan memperhatikan kaidah tajwid, makharijul huruf, irama (nagham), serta adab membaca Al-Qur’an.

Penilaian tidak hanya berfokus pada kemerduan suara, tetapi juga mencakup berbagai aspek teknis dan spiritual, antara lain:

  • Ketepatan tajwid.
  • Kefasihan makharijul huruf.
  • Kelancaran membaca.
  • Keindahan lagu atau nagham.
  • Penghayatan saat tilawah.
  • Adab dan etika ketika membaca Al-Qur’an.

Guru pembina biasanya memberikan latihan rutin sejak jauh hari karena kemampuan tilawah membutuhkan pembiasaan yang berkelanjutan. Selain itu, peserta juga perlu menjaga kualitas suara dan memahami teknik pernapasan agar mampu membaca dengan stabil selama perlombaan.

6. Hifzil Qur’an

Cabang Hifzil Qur’an menguji kemampuan peserta dalam menghafal surah-surah Al-Qur’an sesuai ketentuan yang tercantum dalam petunjuk teknis.

Selain kelancaran hafalan, peserta juga dinilai dari beberapa aspek berikut:

  • Ketepatan hafalan ayat.
  • Kelancaran membaca tanpa jeda yang tidak semestinya.
  • Kebenaran tajwid.
  • Makharijul huruf.
  • Adab selama menyetorkan hafalan.

Kemampuan menghafal Al-Qur’an menjadi salah satu indikator pembinaan karakter religius peserta didik. Oleh karena itu, banyak sekolah yang telah membentuk program tahfiz sebagai bagian dari persiapan menghadapi MAPSI.

7. Azan dan Iqomah

Cabang Azan dan Iqomah diperuntukkan bagi peserta putra.

Meskipun terlihat sederhana, perlombaan ini memiliki standar penilaian yang cukup rinci. Peserta harus mampu mengumandangkan azan dan iqomah dengan suara lantang, jelas, serta sesuai tuntunan syariat.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian juri meliputi:

  • Keindahan suara.
  • Kejelasan pelafalan.
  • Ketepatan lafaz.
  • Pengaturan napas.
  • Adab ketika mengumandangkan azan.
  • Penampilan secara keseluruhan.

Kemampuan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang siap menjadi imam, muazin, maupun teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

8. Seni Macapat Islami

Salah satu ciri khas MAPSI Jawa Tengah adalah adanya Seni Macapat Islami.

Cabang ini memadukan kekayaan budaya Jawa dengan nilai-nilai ajaran Islam. Peserta membawakan tembang macapat yang berisi pesan moral, pendidikan karakter, maupun dakwah Islam.

Keunikan cabang ini terletak pada perpaduan antara:

  • pelestarian budaya lokal,
  • seni vokal tradisional,
  • nilai religius,
  • pendidikan karakter.

Dengan adanya lomba ini, peserta didik diharapkan semakin mencintai budaya daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

9. Cerita Islami

Cabang Cerita Islami menjadi media bagi peserta untuk menyampaikan kisah inspiratif yang mengandung hikmah kehidupan.

Peserta harus mampu menghidupkan cerita melalui ekspresi, intonasi, bahasa tubuh, serta penguasaan materi.

Juri umumnya menilai:

  • Isi cerita.
  • Kesesuaian tema.
  • Teknik bercerita.
  • Penghayatan karakter.
  • Artikulasi.
  • Kejelasan suara.
  • Kreativitas penyampaian.

Cabang ini sangat efektif dalam melatih kemampuan komunikasi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri peserta didik sejak usia sekolah dasar.

10. Seni Komputer Islami

Perkembangan teknologi turut diakomodasi dalam MAPSI melalui cabang Seni Komputer Islami.

Pada perlombaan ini peserta diminta menghasilkan karya digital bertema Islami menggunakan perangkat komputer sesuai ketentuan yang berlaku.

Jenis karya dapat berupa:

  • desain grafis Islami,
  • poster edukasi,
  • media dakwah digital,
  • ilustrasi bertema pendidikan Islam.

Penilaian meliputi kreativitas, penguasaan aplikasi, estetika desain, serta kesesuaian dengan tema yang ditentukan panitia.

Keberadaan cabang ini menunjukkan bahwa pembelajaran agama dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi digital.

11. Seni Rebana

Cabang Seni Rebana merupakan perlombaan beregu yang menggabungkan keterampilan memainkan alat musik rebana dengan kemampuan vokal Islami.

Beberapa unsur yang dinilai antara lain:

  • Kekompakan tim.
  • Harmonisasi musik.
  • Ketepatan tempo.
  • Teknik memainkan alat.
  • Penampilan panggung.
  • Kreativitas aransemen.

Selain meningkatkan kemampuan seni musik, cabang ini juga mengajarkan kerja sama, disiplin, serta tanggung jawab dalam sebuah tim.

12. Vokal Duet Religi

Cabang terakhir adalah Vokal Duet Religi.

Peserta tampil secara berpasangan membawakan lagu-lagu bernuansa Islami dengan memperhatikan kualitas vokal dan harmonisasi.

Aspek penilaian biasanya meliputi:

  • Kualitas suara.
  • Teknik vokal.
  • Harmonisasi duet.
  • Penghayatan lagu.
  • Penampilan.
  • Ekspresi panggung.

Cabang ini menjadi salah satu yang paling diminati karena mampu memadukan kemampuan seni musik dengan pesan-pesan dakwah yang inspiratif.

Tema Khitobah dan Cerita Islami MAPSI XXVII Tahun 2026

Salah satu informasi penting dalam Juknis MAPSI SD XXVII Jawa Tengah Tahun 2026 adalah tema yang akan digunakan pada cabang Seni Khitobah dan Cerita Islami.

Tahun ini panitia mengangkat tema-tema yang berfokus pada penguatan karakter peserta didik, sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dan implementasi Kurikulum Merdeka.

Tema tersebut meliputi:

  • Akhlak terhadap Sesama
  • Hubbul Wathon Minal Iman (Cinta Tanah Air)
  • Moderasi Beragama
  • Akhlakul Karimah
  • Talabul Ilmi (Semangat Menuntut Ilmu)
  • Amar Ma’ruf Nahi Munkar
  • Birrul Walidain (Berbakti kepada Orang Tua)
  • Peduli Lingkungan

Pemilihan tema-tema tersebut menunjukkan bahwa MAPSI tidak hanya menilai kemampuan peserta berbicara atau bercerita, tetapi juga mendorong peserta memahami nilai-nilai luhur yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketentuan Teknis Pelaksanaan Lomba

Guru pembina perlu memahami berbagai ketentuan teknis sebelum mempersiapkan peserta.

Beberapa aturan umum yang perlu diperhatikan antara lain:

Tes Pengetahuan PAI

Pelaksanaan tes dilakukan secara mandiri berbasis online sesuai waktu yang telah ditentukan panitia.

Peserta diwajibkan:

  • mengikuti ujian secara jujur,
  • tidak dibantu pihak lain,
  • menggunakan perangkat sesuai ketentuan,
  • menyelesaikan soal dalam batas waktu yang tersedia.

Sistem Cerdas Cermat

Pada beberapa tahapan final, sistem perlombaan menggunakan mekanisme:

  • soal wajib,
  • soal rebutan,
  • soal lemparan.

Jawaban yang benar memperoleh nilai penuh, sedangkan peserta harus tetap memperhatikan aturan giliran menjawab sesuai mekanisme perlombaan.

Penilaian Praktik

Untuk cabang praktik seperti:

  • Wudhu,
  • Salat,
  • Tilawah,
  • Azan,
  • Khitobah,

penilaian dilakukan langsung oleh dewan juri berdasarkan rubrik yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis.

Tahapan Seleksi Peserta MAPSI

Tidak semua siswa dapat langsung mengikuti tingkat provinsi.

Peserta yang tampil merupakan hasil seleksi berjenjang melalui beberapa tahapan.

Tahapan Keterangan
Tingkat Sekolah Seleksi internal masing-masing sekolah
Tingkat Kecamatan Juara sekolah mengikuti seleksi kecamatan
Tingkat Kabupaten/Kota Juara kecamatan mengikuti seleksi daerah
Tingkat Provinsi Juara I kabupaten/kota mewakili daerah

Sistem ini bertujuan memastikan bahwa peserta yang berlaga di tingkat provinsi merupakan wakil terbaik dari setiap daerah.

Tips Persiapan Menghadapi MAPSI 2026

Persaingan pada tingkat provinsi tentu tidak mudah. Oleh karena itu, sekolah sebaiknya melakukan persiapan sejak awal.

Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain:

  • Mempelajari Juknis secara menyeluruh sebelum menyusun program latihan.
  • Membentuk tim pembina khusus sesuai cabang lomba.
  • Melaksanakan latihan rutin dan terjadwal.
  • Mengadakan simulasi lomba agar peserta terbiasa tampil di depan juri.
  • Melakukan evaluasi berkala terhadap perkembangan peserta.
  • Memberikan motivasi dan pembinaan karakter, bukan hanya mengejar kemenangan.

Pendekatan yang sistematis akan membantu peserta tampil lebih percaya diri saat menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

Download Juknis MAPSI SD XXVII Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026

Bagi guru, kepala sekolah, maupun pembina yang membutuhkan dokumen petunjuk teknis sebagai referensi resmi, Anda dapat mengaksesnya melalui tautan berikut.

Pastikan membaca seluruh isi petunjuk teknis agar proses pembinaan peserta berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pentingnya Juknis MAPSI bagi Sekolah dan Guru Pembina

Keberhasilan peserta dalam ajang MAPSI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kualitas pembinaan yang dilakukan di sekolah. Salah satu langkah awal yang wajib dilakukan guru pembina adalah mempelajari Juknis Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) Sekolah Dasar XXVII Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 secara menyeluruh.

Petunjuk teknis berfungsi sebagai pedoman resmi yang memuat berbagai ketentuan pelaksanaan lomba, mulai dari persyaratan peserta, mekanisme perlombaan, aspek penilaian, hingga tata tertib yang harus dipatuhi selama kompetisi berlangsung.

Dengan memahami juknis sejak awal, sekolah dapat menyusun program latihan yang lebih terarah. Guru dapat menentukan target pembelajaran, memilih metode pembinaan yang sesuai dengan karakter cabang lomba, serta mempersiapkan peserta berdasarkan indikator penilaian yang telah ditetapkan.

Selain itu, pemahaman terhadap juknis juga membantu sekolah menghindari kesalahan administratif yang dapat menghambat keikutsertaan peserta di tingkat provinsi.

Strategi Pembinaan Peserta agar Lebih Maksimal

Persaingan pada tingkat Provinsi Jawa Tengah selalu berlangsung ketat karena setiap kabupaten dan kota mengirimkan peserta terbaiknya. Oleh sebab itu, pembinaan tidak cukup dilakukan hanya beberapa minggu sebelum perlombaan.

Beberapa strategi yang dapat diterapkan sekolah antara lain:

1. Menyusun Jadwal Latihan Rutin

Latihan yang dilakukan secara konsisten akan meningkatkan kemampuan teknis sekaligus membangun rasa percaya diri peserta.

2. Menggunakan Simulasi Penilaian

Guru dapat melakukan simulasi lomba menggunakan rubrik yang menyerupai sistem penilaian resmi sehingga peserta terbiasa menghadapi suasana kompetisi.

3. Melibatkan Pembina yang Kompeten

Setiap cabang lomba memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, akan lebih efektif apabila pembinaan dilakukan oleh guru atau pelatih yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

4. Memberikan Evaluasi Berkala

Setelah setiap sesi latihan, peserta perlu memperoleh umpan balik mengenai kelebihan dan aspek yang masih perlu diperbaiki.

5. Menanamkan Sportivitas

Selain mengejar prestasi, peserta juga perlu dibiasakan untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, dan menghargai lawan.

Manfaat Mengikuti MAPSI bagi Peserta Didik

Ajang MAPSI bukan sekadar perlombaan untuk menentukan juara. Lebih dari itu, kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi perkembangan peserta didik.

Beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Meningkatkan pemahaman Pendidikan Agama Islam melalui proses belajar yang lebih mendalam.
  • Melatih keberanian tampil di depan umum, terutama pada cabang Khitobah, Cerita Islami, dan Tilawah.
  • Mengembangkan bakat dan minat sesuai potensi masing-masing peserta.
  • Meningkatkan kemampuan berpikir kritis, khususnya pada cabang pengetahuan PAI dan BTQ.
  • Membiasakan peserta bekerja sama dalam tim, terutama pada cabang Rebana dan Vokal Duet Religi.
  • Menanamkan rasa percaya diri dalam menghadapi kompetisi.
  • Mempererat persaudaraan antarpeserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
  • Membentuk karakter religius dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai ajaran Islam.

Pengalaman mengikuti kompetisi tingkat provinsi juga menjadi bekal berharga bagi peserta untuk menghadapi berbagai ajang akademik maupun nonakademik di masa depan.

Persiapan Administrasi Sebelum Berangkat ke Tingkat Provinsi

Selain mempersiapkan kemampuan peserta, sekolah juga perlu memastikan seluruh dokumen administrasi telah lengkap sesuai ketentuan panitia.

Beberapa dokumen yang umumnya perlu disiapkan meliputi:

Dokumen Keterangan
Surat Penugasan Dari sekolah atau instansi terkait
Identitas Peserta Sesuai ketentuan panitia
Daftar Peserta Lengkap sesuai cabang lomba
Berkas Pendukung Apabila dipersyaratkan dalam juknis
Dokumen Administrasi Lain Mengacu pada petunjuk teknis terbaru

Pemeriksaan administrasi sejak awal akan membantu sekolah menghindari kendala saat registrasi ulang di lokasi perlombaan.

Mengapa Guru Perlu Mengunduh Juknis MAPSI?

Masih banyak guru yang hanya memperoleh informasi dari media sosial atau grup percakapan. Padahal, informasi tersebut sering kali belum lengkap atau bahkan berbeda dengan ketentuan resmi.

Dengan mengunduh juknis, guru dapat memperoleh informasi secara utuh mengenai:

  • Persyaratan peserta.
  • Ketentuan setiap cabang lomba.
  • Aspek penilaian.
  • Jadwal pelaksanaan.
  • Tata tertib perlombaan.
  • Ketentuan teknis lainnya.

Informasi yang lengkap akan memudahkan sekolah dalam menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif.

Link Download Juknis MAPSI SD XXVII Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026

Bagi guru, kepala sekolah, pembina ekstrakurikuler, maupun orang tua yang membutuhkan dokumen resmi sebagai referensi persiapan lomba, silakan mengunduh melalui tautan berikut.

Pastikan selalu menggunakan petunjuk teknis terbaru sebagai acuan agar seluruh proses pembinaan dan pelaksanaan lomba berjalan sesuai ketentuan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Kapan MAPSI SD XXVII Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 dilaksanakan?

Pelaksanaan dijadwalkan pada 11–13 November 2026.

Di mana lokasi pelaksanaannya?

Kegiatan akan berlangsung di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Siapa yang dapat mengikuti tingkat provinsi?

Peserta merupakan Juara I hasil seleksi tingkat Kabupaten/Kota yang telah melalui tahapan seleksi dari tingkat sekolah dan kecamatan.

Apa saja cabang lombanya?

Cabang lomba meliputi Pengetahuan PAI, BTQ, Praktik Wudhu dan Salat, Khitobah, Kaligrafi, Khat, Tilawatil Qur’an, Hifzil Qur’an, Azan dan Iqomah, Macapat Islami, Cerita Islami, Seni Komputer Islami, Rebana, serta Vokal Duet Religi.

Mengapa perlu membaca juknis?

Karena juknis memuat seluruh aturan resmi mengenai mekanisme lomba, persyaratan peserta, sistem penilaian, dan tata tertib yang menjadi pedoman pelaksanaan MAPSI.

Kesimpulan

Download Juknis LOMBA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN SENI ISLAMI (MAPSI) SEKOLAH DASAR XXVII PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2026 menjadi langkah penting bagi sekolah, guru pembina, maupun peserta yang ingin mempersiapkan diri secara optimal menghadapi kompetisi tingkat provinsi. Dengan memahami setiap ketentuan dalam petunjuk teknis, proses pembinaan dapat dilakukan lebih terarah, mulai dari penguasaan materi, latihan praktik, hingga pemenuhan persyaratan administrasi. MAPSI bukan hanya ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana membentuk generasi yang religius, berkarakter, kreatif, dan berwawasan luas. Oleh karena itu, manfaatkan juknis sebagai pedoman resmi dalam menyusun strategi pembinaan agar peserta dapat tampil maksimal dan membawa nama baik sekolah maupun daerah pada MAPSI SD XXVII Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.

Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru seputar dunia pendidikan!

Dapatkan update juknis lomba, perangkat ajar, modul, bank soal, asesmen, LKPD, administrasi guru, dan berbagai informasi pendidikan lainnya langsung melalui Channel WhatsApp INFO Pendidikan.

👉 Gabung sekarang melalui tautan berikut:

https://whatsapp.com/channel/0029VaoZFfj1Hspp1XrPnP3q

Bagikan artikel ini kepada rekan guru, kepala sekolah, dan pembina MAPSI agar semakin banyak sekolah yang dapat mempersiapkan peserta secara optimal menuju MAPSI SD XXVII Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.